8 Hal yang membuat sepotong tahu bisa bahayakan kesehatan tubuhmu

  1. Tahu merupakan makanan yang dihasilkan dari kedelai yang sudah dimodifikasi secara genetis dengan tujuan untuk membuat rasanya jadi lebih enak dengan tekstur yang lembut. Tentu saja proses ini melibatkan bahan kimia. Faktanya, penelitian telah membuktikan bahwa mengonsumsi makanan yang sudah direkayasa secara genetika dengan berlebihan bisa menimbulkan ancaman penyakit serius seperti penyakit ginjal, lever, hingga kanker.
  2. Karena kamu sudah mengerti bahwa tahu adalah makanan hasil rekayasa genetika, maka ada dampak negatif yang ditimbulkan seperti ancaman kanker payudara. Peneliti mengatakan bahwa tahu mengandung fitoestrogen yang jika dikonsumsi berlebihan akan menyebabkan sel abnormal berkembang di payudara.
  3. Kacang kedelai diketahui mengandung senyawa berbahaya yang disebut dengan isoflavone genistein yang bisa mengganggu produksi kelenjar tiroid dan menyebabkan penyakit hipotiroidisme.
  4. Tahu juga mengandung senyawa yang disebut dengan phytate. Senyawa ini bisa berbahaya bagi kesehatan karena menghambat jaringan tubuh untuk menyerap nutrisi penting seperti kalsium, zat besi, seng, dan sebagainya sehingga bisa menyebabkan tubuh kekurangan nutrisi.
  5. Banyak penelitian yang juga menyebutkan bahwa konsumsi tahu akan menyebabkan penyakit kognitif degeneratif seperti demensia dan Alzheimer karena adanya fitoestrogen di dalam tahu.
  6. Konsumsi tahu dalam jumlah banyak, terutama jika tidak dibarengi dengan konsumsi cukup serat bisa menyebabkan penyakit pencernaan seperti gastritis, kembung, dan gangguan usus. Sebab tahu butuh waktu lama untuk dicerna dan kandungan senyawa tertentu di dalamnya bisa meningkatkan kadar keasaman dalam perut.
  7. Tahu merupakan salah satu penyakit vegetarian yang bisa menyebabkan penyakit jantung, khusus penyakit dimana otot-otot jantung jadi ketat sehingga menyulitkan jantung untuk memompa darah.
  8. Karena tahu mengandung senyawa phytate yang menyebabkan penyerapan nutrisi terganggu, termasuk vitamin D dari sinar matahari, maka hal ini bisa menyebabkan tulang jadi lemah dan rapuh.

Produk Kerajinan Sumedang Banyak Diadopsi Daerah Lain

SUMEDANG, (PR).- Wakil Bupati Sumedang Erwan Setiawan menyesalkan, banyak produk kerajinan asli Sumedang yang dipasarkan di luar kota, tidak berlabel Sumedang. Label tersebut dipasang oleh daerah yang memasarkannya, seperti Jakarta, Yogyakarta termasuk Bali.

“Saya sangat menyayangkan hal ini. Padahal, berbagai produk  kerajinan tersebut hasil kreativitas para perajin dari Kabupaten Sumedang,” kata Erwan Setiawan usai Pengukuhan Pengurus Dekranasda Kabupaten Sumedang periode 2018-2023, di Gedung Negara Pemkab Sumedang, Selasa, 6 November 2018.

Ia menyebutkan, berbagai produk kerajinan hasil para perajin dari Kabupaten Sumedang yang berlabel daerah lain, di antaranya adalah produk ukiran kayu berbentuk patung. Misalnya patung kayu wastu kencana, termasuk patung suku asmat.

“Patung suku asmat, memang berasal dari Papua. Akan tetapi, yang mengukir patungnya para perajin dari Sumedang. Sebetulnya, cukup banyak produk kerajinan kita yang berlabel daerah lain.  Termasuk produk kerajinan senapan angin dari Cipacing, Jatinangor,” ujar Erwan.

Untuk mengatasinya, kata dia, diharapkan Dekranasda (Dewan Kerajinan Nasional Daerah) Kabupaten Sumedang bersama Dinas Koperasi, UMKM dan Perindag serta Bagian Ekonomi Setda Kab. Sumedang, ke depan bisa segera membuat branding (pemerekan) berbagai produk kerajinan yang berasal dari Kabupaten Sumedang. Selain itu, secepatnya mendaftarkan berbagai produk kerajinan tersebut sehingga memiliki HAKI (Hak Atas Kekayaan Intelektual).

“Dengan branding dan mendaftarkan HAKI, berbagai produk kerajinan kita tidak akan diakui oleh daerah lain. Sehingga, Sumedang tidak hanya terkenal sebagai kota tahu saja, melainkan juga sebagai kota para perajin,” ucapnya.

Wabup Erwan menambahkan, selain menyelamatkan produk kerajinan Sumedang diadopsi oleh daerah lain, para perajinnya juga harus diberdayakan dan disejahterakan. Salah satunya adalah dengan membantu pemasaran produk mereka.

“Dengan pengukuhan para pengurus Dekranasda Kab. Sumedang yang baru, mudah-mudahan bisa lebih memperhatikan keberlagsungan usaha para perajin. Diharapkan,  Dekranasda juga membantu pemasarannya. Misalnya, dengan mendirikan stand khusus di luar kota. Seperti halnya Bandung, Jakarta, Yogyakarta,  Bali dan daerah lainnya di Indonesia,” tuturnya.

SUMEDANG, (PR).- Wakil Bupati Sumedang Erwan Setiawan menyesalkan, banyak produk kerajinan asli Sumedang yang dipasarkan di luar kota, tidak berlabel Sumedang. Label tersebut dipasang oleh daerah yang memasarkannya, seperti Jakarta, Yogyakarta termasuk Bali.

“Saya sangat menyayangkan hal ini. Padahal, berbagai produk  kerajinan tersebut hasil kreativitas para perajin dari Kabupaten Sumedang,” kata Erwan Setiawan usai Pengukuhan Pengurus Dekranasda Kabupaten Sumedang periode 2018-2023, di Gedung Negara Pemkab Sumedang, Selasa, 6 November 2018.

Ia menyebutkan, berbagai produk kerajinan hasil para perajin dari Kabupaten Sumedang yang berlabel daerah lain, di antaranya adalah produk ukiran kayu berbentuk patung. Misalnya patung kayu wastu kencana, termasuk patung suku asmat.

“Patung suku asmat, memang berasal dari Papua. Akan tetapi, yang mengukir patungnya para perajin dari Sumedang. Sebetulnya, cukup banyak produk kerajinan kita yang berlabel daerah lain.  Termasuk produk kerajinan senapan angin dari Cipacing, Jatinangor,” ujar Erwan.

Untuk mengatasinya, kata dia, diharapkan Dekranasda (Dewan Kerajinan Nasional Daerah) Kabupaten Sumedang bersama Dinas Koperasi, UMKM dan Perindag serta Bagian Ekonomi Setda Kab. Sumedang, ke depan bisa segera membuat branding (pemerekan) berbagai produk kerajinan yang berasal dari Kabupaten Sumedang. Selain itu, secepatnya mendaftarkan berbagai produk kerajinan tersebut sehingga memiliki HAKI (Hak Atas Kekayaan Intelektual).

“Dengan branding dan mendaftarkan HAKI, berbagai produk kerajinan kita tidak akan diakui oleh daerah lain. Sehingga, Sumedang tidak hanya terkenal sebagai kota tahu saja, melainkan juga sebagai kota para perajin,” ucapnya.

Wabup Erwan menambahkan, selain menyelamatkan produk kerajinan Sumedang diadopsi oleh daerah lain, para perajinnya juga harus diberdayakan dan disejahterakan. Salah satunya adalah dengan membantu pemasaran produk mereka.

“Dengan pengukuhan para pengurus Dekranasda Kab. Sumedang yang baru, mudah-mudahan bisa lebih memperhatikan keberlagsungan usaha para perajin. Diharapkan,  Dekranasda juga membantu pemasarannya. Misalnya, dengan mendirikan stand khusus di luar kota. Seperti halnya Bandung, Jakarta, Yogyakarta,  Bali dan daerah lainnya di Indonesia,” tuturnya.